Group 1 (Uluwatu Temple)

Assalamualaikum Wr, Wb Pada tanggal 27 May 2021 kami dari mahasiswa Politeknik Pariwisata Makassar Prodi MJP 4C melakukan study tour ke Kota Bali dan pada kesempatan kali ini kami akan mengunjungi suatu objek wisata yaitu Pura Uluwatu dan di objek wisata Pura Uluwatu ini kami dari group 1 yang memilik anggota atas nama Asrul, Nova Widyantika, dan Khairun Nisa memiliki tugas yaitu melakukan observasi penerapan protokol kesehatan CHSE di objek wisata tersebut, Dan berikut adalah hasil observasi kami. 

Penerapan CHSE Di Uluwatu Temple
Di masa New Normal pandemi Covid-19, destinasi wisata ini tetap menetapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanlinnes, Health, Safety, dan Environment Sustainability), sebagai bentuk upaya menekan penyebaran virus Covid-19.

Hal itu terlihat saat di pintu masuk yaitu tersedianya tempat mencuci tangan, pengecekan suhu kondisi tubuh pengunjung dan juga adanya penanda untuk selalu menjaga jarak antar wisatawan lain.
 
Pada saat masa pandemi seperti sekarang ini semua tempat wisata yang ada di Bali melakukan penerapan CHSE yang lengkap, begitu pula di Pura Luhur Uluwatu juga menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE yang lengkap. Dan jika ada salah satu tempat wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE maka tempat tersebut akan di larang oleh pengelola pariwisata untuk dibuka dan dikunjungi oleh wisatawan. 

Fasilitas Umum Yang Disediakan

Fasilitas umum di wisata ini sudah lumayan lengkap seperti tempat parkir dan toilet sudah tersedia, namun untuk toiletnya sendiri berada di luar area Pura Luhur Uluwatu. 

Dan juga perlu diketahui bahwa di tempat ini mempunyai tiga Pura untuk pemujaan atau berdoa.

Salah satu keunikan di Pura Luhur Uluwatu

Perlu di ketahui bahwa ketika mengunjungi Pura Luhur Uluwatu ini di sarankan agar tidak membawa barang-barang yang berwarna atau yang warnanya mencolok karena disana ada monyet yang sering mengambil barang apapun yang menarik perhatian mereka seperti barang-barang yang warnanya mencolok. Seperti yang di katakan oleh Bli Yudhi yaitu seorang tour guide yang memandu perjalanan kami "para monyet yang ada di sana itu bukan nakal tapi kreatif" karena setelah mereka mengambil barang milik pengunjung mereka akan mengembalikannya jika ada seseorang yang memberi mereka makanan. 

Dan tak perlu lupa pula di Uluwatu temple ini memiliki sebuah penampilan tari kecak dan fire dance pada setiap harinya tapi dikarenakan saat ini masih Pandemi Covid-19 jadi tari kecak ini hanya ditampilkan ketika ada yang melakukan observasi terlebih dahulu.

Dokumentasi Video